Home Permainan Kelompok Permainan Android Renungan

Thursday, October 08, 2015

Maria dan Marta

10:38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.
(Lukas 10:38-42)

Sama seperti kisah Daud dan Goliat, kisah Maria dan Marta juga merupakan kisah yang dipelajari oleh banyak orang. Kisah yang menceritakan tentang Maria dan Marta yang menerima Yesus di rumah mereka membawa banyak pelajaran bagi kita semua.

Marta sebagai saudari yang pertama menyambut Yesus, berfokus untuk melayani Yesus dengan segala jamuan untuk menyamankan tubuh Yesus. Berbeda dengan Marta, Maria justru duduk dekat kaki Tuhan Yesus dan terus mendengarkan perkataan Yesus. Maria berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan sedangkan Marta berusaha untuk menyenangkan tubuh Tuhan.


Ketika Marta berusaha untuk komplain terhadap Tuhan atas perlakuan saudarinya Maria yang hanya duduk diam, Tuhan Yesus justru menegur Marta. Di akhir perikop ini, Yesus menegaskan kepada Marta bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil dari padanya.

Hal ini bukan berarti bahwa melayani tubuh Tuhan adalah bagian yang salah. Baik saja untuk melayani tubuh Tuhan. Terlibat pelayanan atau semacamnya. Namun jika dibandingkan dengan melayani hati Tuhan, melayani hati Tuhan harus diutamakan terlebih dahulu sebelum melayani tubuh Tuhan. Bahkan Tuhan Yesus sendiri berkata bahwa porsi untuk melayani hati Tuhan adalah bagian yang terbaik untuk kita dapatkan.

Renungan ini muncul lagi kepada saya ketika rumah saya kedatangan anjing baru yang bernama Anggur. Anjing ini berbeda dengan anjing-anjing lain yang datang di rumah saya. Dia berhasil menarik perhatian orang-orang di rumah karena sifat dan bentuknya. Ketika saya memikirkan soal anjing ini, Roh Kudus menuntun saya untuk lebih memahami kenapa Tuhan lebih membela Maria dibandingkan dengan Marta.

Anjing Toy Puddle Anggur

Maria mendekat kepada Tuhan
Anjing satu ini selalu mendekat kalau melihat kita (dulu sih, kalo sekarang kok engga ya, hahahaha...). Bisa bayangin kita lagi asik duduk di sofa, tiba-tiba anjing ini mendekat kepada kita itu rasanya gemes banget. Kita merasa kalo anjing ini sayang banget sama kita sampai kepengin terus mendekat kepada kita.

Hal ini yang membuat Tuhan melihat Maria berbeda dengan Marta. Maria membuktikan bahwa dia mengasihi Tuhan Yesus melalui tindakan mendekat kepada Yesus. Maria tidak berfokus pada hal-hal lain yang dibutuhkan oleh Yesus, tapi Maria mengutamakan kepentingan untuk mendekat kepada Yesus terlebih dahulu.

Ada saat dimana kita perlu melayani Tuhan Yesus, namun, mendekat kepada Yesus adalah kerinduan yang harus dipenuhi setiap saat. Saat kita memutuskan untuk mendekat kepada Yesus dan mengerti isi hatinya terlebih dahulu, barulah pelayanan kita bisa memberikan urapan. Banyak orang yang berusaha melayani Yesus tapi tidak mau mengenal Yesus. Lalu sebenarnya, siapa yang dia layani?

Tuhan senang dengan orang yang selalu berusaha mendekat kepadanya setiap hari karena dari situlah perkenalannya dengan Tuhan bertambah. Sudahkah kita seperti Maria yang berusaha mendekat kepada Yesus di setiap hari kita? Ayo mulai belajar untuk membuktikan bahwa kita mengasihi Tuhan dengan memperbaiki jam sate (saat teduh) kita..
Maria mengecil di hadapan Tuhan
Ini yang seringkali orang lupakan ketika mendekat kepada Tuhan, mereka mendekat kepada Tuhan tapi tidak mengecilkan hidupnya. Maria tidak hanya mendekat kepada Yesus, tapi Maria duduk dekat kaki Tuhan Yesus. Maria mengecilkan dirinya di hadapan Tuhan dengan cara merendahkan dirinya duduk di dekat kaki Yesus. Yohanes pembaptis berkata di Yoh 3:30 "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."

Anggur adalah anjing jenis toy puddle yang kecil banget. Kecilnya dia itu bikin gemes, sampai-sampai teman saya kalo lihat fotonya, bakal mikir kalau anjing ini boneka. Namun, justru karena kecilnya ini yang membuat anjing ini berbeda dengan anjing yang lain. Ada seperti rasa tak berdaya atau lemah atau membutuhkan saya saat anjing ini datang mendekat kepada saya.

Ketika kita melihat sesuatu yang lebih kecil dari kita mendekat kepada kita, kita akan merasa bahwa hal kecil ini membutuhkan bantuan kita. Dosen yang didatangi mahasiswa akan merasa bahwa mahasiswa ini sedang membutuhkan dirinya. Dokter yang didatangi pasien akan merasa bahwa pasien ini sedang meminta pertolongan darinya.

Kita mendekat karena kita mengasihi Tuhan, selain itu, seharusnya kita juga mendekat kepada Tuhan, karena kita membutuhkan Tuhan. Tuhan benci orang sombong, oleh karena itu, mendekatlah kepada Tuhan dengan hati yang membutuhkan Tuhan. Hati yang sepenuhnya bergantung kepada Tuhan.
Maria tenang saat bersama Tuhan
Saya senang banget ketika melihat Anggur duduk dengan tenang banget di kaki saya. Berbeda dengan anjing-anjing yang lain, biasanya kalau saya mendekat mereka langsung loncat-loncat, susah diatur dan semacamnya. Sedangkan Anggur, bisa duduk bahkan sampai tidur dengan tenang di kaki saya.

Dari situ saya belajar soal ketenangan. Banyak lagu yang mengajarkan soal kepercayaan dengan Tuhan, misalnya lagu "Kutahu Rencana-Mu" yang memiliki awal lirik "Tuhan kupercaya, rencanaMu indah.. Walau saat ini, tak kumengerti.." Bukan soal lirik lagu yang Tuhan perhatikan, tapi yang menjadi pertanyaan, apakah ketika kita menyanyikan lagu ini kita benar-benar berusaha untuk semakin percaya kepada Tuhan? Jika kita semakin percaya kepada Tuhan seharusnya kita semakin tenang ketika berjumpa dengan-Nya.

Buah dari kepercayaan adalah ketenangan. Orang yang percaya terhadap sesuatu tidak akan ragu mengenai hal yang dia percayai. Saya membantu adik saya dalam promosi online shop miliknya, disitu sangat terlihat, orang yang tidak percaya akan banyak tanya-tanya sebelum membeli. Sebaliknya, orang yang percaya terhadap online shop adik saya tidak akan banyak tanya-tanya soal keaslian online shop ini. (Ya.. kalau kasus online shop memang sebaiknya banyak tanya-tanya sih daripada ditipu, tapi, kalau untuk Tuhan, seharusnya tidak demikian kan?)

Tuhan rindu melihat orang yang percaya kepada-Nya untuk tetap tenang. Tenang ketika berada dekat dengan Tuhan, tidak khawatir akan masa depannya karena masa depannya aman di dalam Tuhan. Bertanyalah soal firman Tuhan, bukan mengenai kekhawatiran kita.


Orang Kristen yang berfokus pada mengerti isi hati Tuhan terlebih dahulu daripada tubuh Tuhan pasti akan memberikan buah yang baik dalam pelayanannya. Berbeda dengan orang Kristen yang fokus utamanya hanya tubuh Tuhan, mungkin secara pelayanan dia bekerja, dia memberi, namun pemberiannya itu tidak berasal dari hatinya yang mengasihi Tuhan. Ingat kisah Kain dan Habel kan? Mengerti isi hati Tuhan adalah hal yang paling penting saat kita ingin memberikan persembahan kepada sang pencipta.

0 comments:

Post a Comment

Home Permainan Kelompok Permainan Android Renungan
Copyright © 2015 Junaedi Widjojo | All Rights Reserved. Design By Templateclue - Published By Gooyaabi Templates